Global GAP/OC – Good Agricultural Practices/Organic Certification

Pengertian GAP

Bagi petani di Indonesia, sistem pertanian organik umumnya dianggap sebagai sistem pertanian terbaik yang dapat diterapkan. Padahal, masih ada sistem pertanian lain yang lebih baik, salah satunya adalah Good Agricultural Practices (GAP). Jika sistem pertanian organik hanya mengatur penggunaan bahan kimia, GAP mencakup aspek yang lebih jauh, mulai dari teknis budidaya hingga manajemen petani.

Secara ringkas, GAP dapat diartikan sebagai sistem sertifikasi produk pertanian yang bersifat berkelanjutan dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga produk pertanian tersebut aman dikonsumsi, kesejahteraan pekerja diperhatikan, serta dapat memberi keuntungan bagi produsen (petani).

Sesuai dengan standar yang telah disusun oleh Food Agricultural Organization (FAO), terdapat 4 prinsip utama dalam sistem GAP, yaitu:

  1. Penghematan dan ketepatan produksi demi mempertahankan ketahanan dan keamanan pangan serta menghasilkan pangan bergizi,
  2. Berkelanjutan,
  3. Pemeliharaan kelangsungan usaha pertanian serta mendukung kehidupan berkelanjutan, dan
  4. Kelayakan dengan budaya dan kebutuhan suatu masyarakat.