Laboratorium

Lab. Mikrobiologi Pangan

Laboratorium Global Tepa terdapat pada Fakultas Teknik, Jurusan Teknologi Pangan ini diperuntukan untuk segala bentuk kegiatan dengan berpegang pada Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.  Laboratorium Mikrobiologi Pangan, Jurusan Teknologi Pangan, UPN “Veteran” ini dikelola oleh Kepala Laboratorium dan laboran yang mengurus segala bentuk administrasi dan penggunaan fasilitas yang ada. Laboratorium merupakan unsur yang bukan menghasilkan produk tetapi lebih bersifat fungsional dan mendukung produk yang dihasilkan program studi dan pusat studi. Laboratorium Mikrobiologi Pangan sebagai unsur fungsional dari Fakultas Pertanian juga memiliki struktur organisasi tersendiri. Struktur organisasi dari Laboratorium Mikrobiologi Pangan dibuat oleh Laboran dan disahkan oleh Kepala Laboratorium. Laboran memiliki fungsi koordinasi terhadap berbagai kegiatan yang berlangsung.

Lokasi Laboratorium Mikrobiologi Pangan

Laboratorium ini terletak di lantai 2 Gedung Giri Reka Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Surabaya, Jawa Timur.. Berikut merupakan foto dari kondisi laboratorium mikrobiologi pangan, Jurusan Teknologi Pangan, UPN. 

Sarana dan Prasarana Laboratorium Mikrobiologi Pangan

Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting yang menunjang kegiatan penelitian. Sarana dan prasarana disediakan bertujuan agar kegiatan pembelajaran dan penelitian dapat berlangsung dengan baik.  Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Laboratorium Mikrobiologi Pangan, Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Surabaya diantaranya adalah sebagai berikut.

Inkubator

Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau menumbuhkan mikroorganisme pada suhu yang terkontrol. Inkubator menyediakan kondisi temperatur yang optimum untuk mikroorganisme bisa melakukan pertumbuhan. Inkubator memiliki alat pengatur suhu, sehingga temperatur dapat diatur sesuai biakan yang akan diinkubasi. Inkubator memanfaatkan panas-kering seperti oven. Lingkungan yang basah memperlambat dehidrasi pada medium sehingga menghindari kondisi lingkungan yang bias (Cappuccino & Sherman, 2002). 

Inkubator di laboratorium mikrobiologi pangan merupakan jenis inkubator statis. Inkubator statis adalah jenis inkubator yang digunakan untuk mengerami mikroorganisme pada medium padat. Jumlah inkubator pada lab mikrobiologi pangan ada dua buah, yaitu inkubator yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme non-patogen dan inkubator yang digunakan untuk menumbukan mikroorganisme patogen.

Laminar Air Flow

Laminar Air Flow ini merupakan alat berbentuk meja kerja yang digunakan untuk melakukan preparasi mikroorganisme, melakukan inokulasi, penanaman bakteri, dan pekerjaan lain yang membutuhkan lingkup yang steril (Dwijoseputro, 1998). Laminar Air Flow memiliki sebuah filter khusus yang berfungsimenyaring udara agar bersih dan steril. Alat tersebut dinamakan HEPA yaitu High Efficiency Particulate Air Filter. Laminar Air Flow juga dilengkapi dengan lampu untuk memberikan pencahayaan saat bekerja dan juga lampu UV untuk mematikan mikroorganisme atau hal lain yang memungkinkan dapat mengkontaminasi hasil yang dikerjakan.

Prinsip kerja dari Laminar Air Flow ini adalah dengan terlebih dahulu mengondisikannya dalam kondisi steril yaitu dengan diaktifkannya sinar UV selama 15 hingga 20 menit. Setelah sinar UV sudah padam, laminar Air Flow dapat digunakan dengan menyalakan lampu serta blower agar kondisi udara dalam meja kerja dapat steril. Sirkulasi udara bersih yang keluar dari blower dapat mencegah kontaminasi pada saat melakukan kegiatan dalam laminar Air Flow (Collins & Lyne, 2004). 

Autoklaf

Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (121°C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh mikroorganisme (Collins & Lyne, 2004; Black, 2008). Autoklaf dapat digunakan untuk sterilisasi kultur media, jarum suntik, dan larutan yang termostabil (Cappuccino & Sherman, 2002).

Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai 121°C. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk memastikan bahwa semua objek bersuhu 121°C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoklaf karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu sterilisasi. Terdapat lima buah autoklaf di laboratorium mikrobiologi pangan. Beberapa autoklaf yang digunakan untuk sterilisasi alat dan media, sedangkan autoklaf yang lainnya digunakan untuk mendestruk mikroorganisme patogen yang akan dibuang.

Lemari Penyimpanan Dingin

Lemari penyimpanan dingin digunakan untuk menyimpan berbagai bahanbahan memerlukan suhu dingin mencapai 4˚C. Secara umum penggunaan lemari penyimpanan dingin di laboratorium mikrobiologi pangan ini untuk menyimpan bahan-bahan yang sensitif terhadap suhu, media, kultur mikroorganisme, bahanbahan penelitian, dan sampel. 

Neraca analitik

Neraca analitik merupakan alat yang digunakan untuk menimbang dengan ketelitian yang akurat. Terdapat satu buah neraca analitik yang terdapat di laboratorium mikrobiologi pangan dengan ketelitian sampai 4 angka di belakang koma.

Penangas Air (Waterbath)

Penangas air berfungsi untuk menyimpan media agar (yang digunakan untuk analisa dengan teknik tuang / pour plate) supaya media tetap dalam kondisi leleh atau cair, bisanya suhu diatur pada kisaran 40-45°C.

Oven

Oven berfungsi untuk sterilisasi kering untuk barang pecah belah seperti cawan petri, tabung reaksi, labu erlenmeyer, beakerglass, pipet, dan objek metal karena dapat tergores dan rusak apabila diberikan panas uap air (Harley & Prescott, 2002). Oven dapat mensterilkan barang-barang dengan memanfaatkan aliran udara panas. Aliran udara panas tersebut didapatkan secara elektrik (Collins & Lyne, 2004).  Kelemahan sterilisasi menggunakan oven adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan sterilisasi cukup lama, yaitu sekitar dua jam. Temperatur yang diizinkan untuk melakukan sterilisasi pada oven, berkisar antara 160-170°C.  Apabila lebih dari 180 °C, barang yang disterilisasi akan menjadi gosong (Harley & Prescott, 2002).

Vortex Mixer

Vortex mixer merupakan alat yang digunakan untuk mencampur sejumlah bahan dalam suatu botol. Prinsip kerja dari vortex mixer adalah dengan memberikan putaran atau guncangan pada botol sehingga berbagai campuran bahan yang ada di dalam botol tersebut menjadi tercampur secara merata (Collin & Lyne, 2004).

Shaker

Shaker digunakan untuk mengerami mikroba pada medium cair. Pengocokan dilakukan untuk memperbanyak kontak antara media dan bahan atau kultur didalamnya juga memberikan pengaruh terhadap beberapa aspek metabolisme mikroba (Patching & Rose, 1970). Adanya prosedur pengocokan pada proses inkubasi mikroba sangat bermanfaat pada mikroba yang dikultur di medium cair.

Mikroskop

Mikroskop merupakan salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme. Dengan mikroskop kita dapat mengamati sel bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1 mm. Mikroskop yang terdapat pada laboratorium mikrobiologi pangan adalah mikroskop cahaya. Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali.  

Colony Counter

Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset.