ISO 21500 – Project Management System

 

Pengertian ISO 21500 – Project Management System

Project Management adalah penerapan pengetahuan, keterampilan, alat dan teknik untuk melaksanakan suatu proyek sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Project Management dilakukan melalui rangkaian fase: memulai, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan penutupan. Project Management sendiri terdiri dari 2 komponen utama, yaitu: seni (80%) dan science (20%).

Project Manager merupakan seseorang yang biasanya dipilih untuk memimpin suatu project. Seorang Project Manager memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya untuk pihak yang terkadang tidak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan, sehingga terkadang ia (Project Manager) memiliki tugas untuk memprediksi sesuatu yang tidak diketahui, membuat rencana yang tidak terlihat dan melaksanakan rencana tersebut dengan sumber daya yang terbatas dan terkadang tidak dapat dikontrol dan seorang Project Manager benar-benar memiliki tanggung Jawab penuh akan hasil, sehingga kebutuhan akan keajaiban menjadi penunjang keberhasilan.

Tujuan ISO 21500 – Project Management System

1. Mengelola Risiko

Keberhasilan pelaksanaan proyek tak lepas dari ’trial and error’ selama menjalani prosesnya. Risiko bisa saja mengganggu keberlangsungan suatu proyek, namun bukan berarti tidak bisa dikelola. Dengan melakukan manajemen proyek, Anda dapat mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

2. Memaksimalkan Potensi Tim

Kualitas sumber daya manusia turut mengambil peran penting dalam melaksanakan proyek. Manajemen proyek menggerakkan setiap individu agar dapat memainkan perannya dengan maksimal, mampu membuat perencanaan yang baik serta memiliki kemampuan dalam mengelola proyek.

3. Menciptakan Perencanaan yang Tepat

Manajemen proyek mengarahkan pada perencanaan yang tepat mencakup seluruh proses awal hingga akhir dengan memaksimalkan kualitas dan kapabilitas.

4. Memanfaatkan Peluang

Manajemen proyek sangat membantu mengelola sebuah peluang untuk dimanfaatkan bagi perkembangan perusahaan tanpa mengurangi nilai utama yang ingin dicapai perusahaan.

5. Mengelola Integrasi

Membuat proyek tetap konsisten dan tetap berada pada jalur yang tepat dibutuhkan integrasi antara sistem, proses bisnis, dan organisasi. Kesinambungan antara 3 elemen tersebut membuat kunci dari nilai sebuah proyek tetap terjaga, sehingga tujuan pun dapat tercapai. Manajemen proyek berperan penting dalam mengidentifikasi dan mempertahankan integrasi.